Beranda Artikel Panduan
← Kembali ke Artikel

Panduan

Dua Rumah dengan Tagihan Sama

TS Tim SOLARakyat 28 Mei 2026
4 menit baca Panduan
Dua Rumah dengan Tagihan Sama

Tagihan dan kapasitas PLTS yang sama belum tentu menghasilkan penghematan yang sama. Kenali pengaruh waktu pemakaian listrik melalui contoh dua rumah, lalu pelajari cara mencatat kebutuhan agar lebih selaras dengan produksi energi surya.

Mengapa Dua Rumah dengan Tagihan Sama Bisa Berbeda Penghematan PLTS?

Dua rumah berlangganan listrik dengan tarif yang sama, menghabiskan energi yang sama, lalu memasang PLTS berkapasitas sama. Apakah penghematannya pasti sama? Belum tentu. Waktu penggunaan listrik dapat membuat hasilnya jauh berbeda.

PLTS menghasilkan energi mengikuti ketersediaan cahaya. Rumah memerlukan energi mengikuti kegiatan penghuninya. Manfaat langsung muncul ketika keduanya bertemu. Karena itu, tagihan bulanan adalah awal percakapan, sedangkan jadwal pemakaian menjelaskan bagian yang belum terlihat.

Rumah aktif siang dan rumah aktif malam

Bayangkan rumah A dipakai bekerja dari rumah. Komputer, kipas, dan beberapa peralatan bekerja pada siang hari. Rumah B lebih banyak kosong pada waktu yang sama, lalu memakai banyak listrik ketika penghuninya pulang.

Ini dua profil ilustratif, bukan kisah pelanggan. Keduanya dapat memakai 20 kWh sehari, tetapi peluang memanfaatkan listrik surya secara langsung berbeda. Perbedaan itu tetap ada walaupun jumlah panel dan kondisi cuacanya sama.

Penelitian Chuan dan Ukil membangun profil beban rumah di Singapura berdasarkan peralatan serta pola penggunaannya, lalu membandingkan simulasi dengan data pengukuran. Studi tersebut memberi contoh mengapa karakter pemakaian perlu dicatat; profilnya tidak otomatis mewakili rumah Indonesia. [1]

Hitungan dua rumah yang bisa Anda ikuti

Anggap kedua PLTS menghasilkan 12 kWh sehari. Masing-masing rumah memakai 20 kWh. Tidak ada baterai, tidak ada kredit ekspor, dan hasil pencocokan waktu produksi-beban diasumsikan sebagai berikut:

Rumah A:
- Energi PLTS langsung terpakai: 10 kWh.
- Surplus: 2 kWh.
- Pembelian listrik: 20 − 10 = 10 kWh.

Rumah B:
- Energi PLTS langsung terpakai: 4 kWh.
- Surplus: 8 kWh.
- Pembelian listrik: 20 − 4 = 16 kWh.

Dengan tarif contoh Rp1.500/kWh, pengurangan biaya energi rumah A adalah Rp15.000 sehari; rumah B Rp6.000. Jika pola identik berulang 30 hari, nilainya masing-masing Rp450.000 dan Rp180.000. Angka bulanan ini hanya perpanjangan ilustrasi, bukan prediksi musim atau lokasi tertentu.

Produksi yang sama menghasilkan nilai berbeda karena energi yang menggantikan pembelian berbeda. Studi keekonomian PV pada bangunan pemerintah juga menunjukkan relevansi profil beban bagi konsumsi sendiri, meskipun konteks tarif dan bangunannya berbeda. [2]

Mengapa total pemakaian siang belum cukup?

Misalkan pompa bekerja keras pukul tujuh pagi, sementara produksi PLTS tertinggi terjadi mendekati tengah hari. Keduanya sama-sama masuk kelompok siang, tetapi belum tentu berlangsung bersamaan.

Untuk sistem tanpa baterai, pencocokan paling sederhana dilakukan per interval: energi yang langsung terpakai tidak dapat melebihi energi PLTS maupun kebutuhan pada interval itu. Jumlahkan hasil setiap interval untuk mendapatkan konsumsi sendiri. Menggunakan total harian saja dapat membesar-besarkan kecocokan.

Catatan satu jam lebih informatif daripada satu angka bulanan, tetapi bisa tetap melewatkan perubahan singkat. Resolusi 15 menit atau lebih rapat membantu jika tersedia. Tidak perlu mengarang data rinci saat belum ada; tandai perkiraan dan pengukuran secara terpisah.

Apakah rumah kosong siang tidak cocok untuk PLTS?

Belum tentu. Kulkas, perangkat jaringan, dan beberapa peralatan lain mungkin tetap bekerja. Ada pula kegiatan yang memang diperlukan dan waktunya dapat dipindahkan, seperti memompa air ke tandon.

Namun, jangan menambah pemakaian hanya untuk menghabiskan produksi. Nyalakan alat karena kegiatannya dibutuhkan. Jika beban siang tetap kecil, kapasitas lebih kecil patut dibandingkan dengan kapasitas besar plus baterai, menggunakan biaya dan manfaat masing-masing.

Mulai dengan catatan yang sederhana

Tuliskan alat utama, perkiraan waktu menyala, dan apakah jadwalnya bisa diubah. Bedakan hari kerja dengan akhir pekan. Jika punya catatan meter atau pemantauan energi yang aman diakses, gunakan untuk memeriksa perkiraan tersebut. Pemasangan alat ukur pada panel listrik sebaiknya dikerjakan tenaga yang kompeten.

Saat meminta penawaran, berikan catatan itu. Minta pemasang menjelaskan produksi, konsumsi langsung, surplus, serta pembelian listrik yang tersisa. Daftar tersebut lebih membantu daripada meminta satu angka “hemat berapa persen”.

PLTS yang sesuai adalah sistem yang bekerja bersama kebiasaan rumah Anda. Coba kalkulator SOLARakyat untuk melihat skala awal, lalu gunakan pola pemakaian untuk menilai apakah skalanya masuk akal.

Kalkulator SOLARakyat: https://solarakyat.id/#section-kalkulator

Referensi

[1] Chuan, L., dan Ukil, A. (2015), Modeling and Validation of Electrical Load Profiling in Residential Buildings in Singapore, IEEE Transactions on Power Systems 30(5), 2800–2809. DOI: 10.1109/TPWRS.2014.2367509. Abstrak dan metadata penulis diakses 17 September 2026.
https://arxiv.org/abs/1508.02353

[2] Hirschburger, R., dan Weidlich, A. (2020), Profitability of Photovoltaic and Battery Systems on Municipal Buildings, Renewable Energy 153, 1163–1173. DOI: 10.1016/j.renene.2020.02.077. Diakses 17 September 2026.
https://arxiv.org/abs/2003.00741
Bagikan:
TS Tim SOLARakyat Tim editorial SOLARakyat ID berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya seputar energi surya untuk masyarakat Indonesia.

Artikel Terkait