PLTS dengan Baterai atau Tanpa Baterai: Apa yang Perlu Dipertimbangkan?
Baterai dapat menyimpan energi surya untuk dipakai kemudian. Namun, menambahkan baterai tidak otomatis membuat PLTS lebih ekonomis. Keputusan perlu dimulai dari manfaat yang Anda cari: tambahan penghematan, cadangan saat padam, atau keduanya.
Jika sebagian besar produksi PLTS sudah dipakai langsung, energi yang bisa dialihkan melalui baterai mungkin terbatas. Sebaliknya, rumah dengan surplus siang dan kebutuhan malam punya peluang pemanfaatan tambahan. Peluang itu tetap harus dibandingkan dengan biaya dan kemampuan perangkat.
Pisahkan dua tujuan pembelian
Untuk penghematan, pertanyaannya adalah berapa kWh tambahan dari PLTS yang akhirnya menggantikan pembelian listrik. Untuk cadangan, pertanyaannya adalah beban apa yang tetap hidup, berapa lama, dan pada kondisi baterai seperti apa.
DOE menjelaskan penyimpanan sebagai cara menggunakan energi pada waktu berbeda dari pembangkitannya. [1] Kemampuan cadangan juga memerlukan sistem yang dapat beroperasi terpisah dari jaringan; menambahkan perangkat penyimpan saja belum menjamin fungsi itu tersedia. [2]
Karena dua tujuan ini berbeda, penilaiannya sebaiknya ditulis terpisah. Kebutuhan menjaga internet dan lampu tetap menyala bisa bernilai bagi keluarga meskipun tambahan penghematan tagihannya kecil.
Contoh menghitung manfaat tambahan
Anggap sebuah rumah memiliki surplus PLTS yang bisa masuk ke sistem baterai sebesar 5 kWh per hari. Efisiensi bolak-balik dari titik pengisian sampai kembali ke sisi beban diasumsikan 90%. Energi yang tersedia untuk menggantikan pembelian listrik menjadi 4,5 kWh per hari.
Jika tarif latihan Rp1.500/kWh dan kondisi itu terjadi selama 300 hari setahun, manfaat energi kotornya:
4,5 × 300 × Rp1.500 = Rp2.025.000 per tahun.
Misalkan tambahan biaya baterai dan perangkat pendukungnya Rp25 juta. Pembagian sederhana menghasilkan sekitar 12,3 tahun, bahkan sebelum memasukkan penurunan kapasitas, perawatan, konsumsi siaga, pembiayaan, dan penggantian. Semua angka ini ilustratif, bukan harga pasar atau spesifikasi merek tertentu.
Jika hanya ada surplus 2 kWh sehari, gunakan 2 kWh sebagai input, bukan kemampuan maksimum pengisian baterai. Demikian pula jika kebutuhan malam kecil, tidak semua energi yang tersedia akan menggantikan pembelian. Hitung batas yang benar-benar relevan pada kedua sisi.
Jangan menghitung manfaat yang sama dua kali
Penghematan langsung dari panel adalah manfaat sistem dasar. Manfaat baterai hanya tambahan terhadap kondisi tanpa baterai. Bila produksi siang sudah habis dipakai, tidak ada surplus yang sama untuk sekaligus dimasukkan sebagai penghematan malam.
Penelitian Hirschburger dan Weidlich menemukan bahwa penambahan baterai tidak menguntungkan secara ekonomi pada sebagian besar kasus bangunan pemerintah yang mereka evaluasi. Temuan itu tidak menjadi vonis bagi seluruh rumah Indonesia; ia mengingatkan bahwa kelayakan baterai harus diperiksa pada konteks beban dan tarifnya. [3]
Berapa lama baterai dapat menjadi cadangan?
Ambil latihan lain: kapasitas nominal 5 kWh, porsi yang boleh dipakai 80%, dan efisiensi dari baterai ke beban 90%. Dengan baterai mulai penuh, energi ke beban sekitar 3,6 kWh. Beban tetap 300 W secara aritmetika dapat dilayani sekitar 12 jam.
Ini batas perkiraan dengan asumsi yang disebutkan, bukan garansi durasi. Konsumsi siaga, suhu, umur baterai, cadangan minimum, serta perubahan daya alat dapat memperpendeknya. Jika baterai sudah dipakai untuk menghemat pada malam hari, cadangan saat padam berikutnya juga bisa lebih sedikit.
Selain energi kWh, periksa kemampuan daya kW. Baterai yang cukup dari sisi energi belum tentu sanggup menyalakan beberapa alat besar bersamaan. Untuk pompa atau kulkas, kemampuan menangani kebutuhan awal juga perlu dikonfirmasi.
Tujuh hal yang patut dibandingkan
- Energi nominal dan energi yang dapat digunakan.
- Daya keluaran kontinu serta kemampuan sesaat.
- Efisiensi dengan batas pengukuran yang jelas.
- Kompatibilitas baterai, inverter, dan sistem pengelolaannya.
- Ketentuan garansi: tahun, siklus atau throughput, serta kapasitas tersisa.
- Persyaratan lokasi pemasangan dan layanan setelah pembelian.
- Kemampuan cadangan, sirkuit yang dilayani, serta perilaku saat baterai habis.
Minta semua itu dalam dokumen model yang ditawarkan. Istilah “battery ready” juga perlu dijelaskan: apakah cukup menambah baterai, atau masih memerlukan perangkat dan pekerjaan lain?
Jika tujuan Anda murni penghematan, bandingkan dahulu sistem tanpa baterai dan skenario pengaturan beban. Jika cadangan penting, susun daftar beban prioritas sebelum menentukan kapasitas. Keputusan yang tepat akan lebih mudah terlihat ketika manfaat dan biayanya dihitung secara terpisah.
Bandingkan komponen di SOLARakyat; komparator dapat meminta login: https://solarakyat.id/komparator
Referensi
[1] U.S. Department of Energy (2019), Solar-Plus-Storage 101. Rujukan konsep penyimpanan dan kapasitas, bukan harga baterai Indonesia. Diakses 17 September 2026.
https://www.energy.gov/cmei/systems/articles/solar-plus-storage-101
[2] U.S. Department of Energy (2020), The Road to Resilience with Rooftop Solar. Diakses 17 September 2026.
https://www.energy.gov/cmei/systems/articles/road-resilience-rooftop-solar
[3] Hirschburger, R., dan Weidlich, A. (2020), Profitability of Photovoltaic and Battery Systems on Municipal Buildings, Renewable Energy 153, 1163–1173. DOI: 10.1016/j.renene.2020.02.077. Kesimpulan merujuk abstrak penulis yang diakses 17 September 2026.
https://arxiv.org/abs/2003.00741
Panduan
PLTS dengan Baterai atau Tanpa Baterai
TS
Tim SOLARakyat
28 Mei 2026
4 menit baca
Panduan
Baterai dapat membantu memanfaatkan energi surya pada waktu berbeda, tetapi manfaat tambahannya perlu dihitung. Bandingkan kebutuhan penghematan dan cadangan listrik dengan biaya, kapasitas energi, kemampuan daya, efisiensi, serta ketentuan garansi.
Bagikan:
TS
Tim SOLARakyat
Tim editorial SOLARakyat ID berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya seputar energi surya untuk masyarakat Indonesia.